Showing posts with label Midwifery. Show all posts
Showing posts with label Midwifery. Show all posts

VILLAGE MIDWIVES IN RELATIONS WITH THE VILLAGE OF ALERT TOTAL NUMBER OF DEATH OF MOTHER AND INFANT DEATH IN THE DISTRICT SLEMAN

Background: Village midwives in Indonesia is able to reduce infant and maternal mortality. Decline in infant and maternal mortality rates could be felt in rural areas because the midwife is able to improve the environmental condition that supports the process of birth. The presence of village midwives can improve prenatal care, better birth, early detection of possible complications during pregnancy and childbirth.

Target of Research: Knowing the relationship between village midwives in the village of standby with the number of maternal mortality and infant in Sleman District.

Research method: This study is a descriptive analytic cross sectional study design using secondary data. The subject of this research is that there are 86 prepared village in Sleman district. Statistical analysis was used in the form of descriptive univariate analisis in the form of percentages and bivariate analysis using Pearson Product Moment correlation at α = 0.05.

Result of research: Of the 86 villages located on standby in Sleman regency Year 2009 showed a majority of villages have a midwife on standby as many as 82 villages (93.5%). The majority of standby villages in Sleman regency have lower maternal mortality in the target districts of Sleman (≤ 150 mother/100.000 live births) that as many as 80 villages (93.0%) and the majority of prepared villages in Sleman regency have infant mortality below the target of Sleman Regency (≤ 58 child/1000 live births) is consist of 85 villages (98.8%).

Conclusion: There is a relationship between maternal mortality by village midwives (p value = 0.001) and there is a relationship between infant mortality in village midwives (p value = 0.001).


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RSUD SLEMAN TAHUN 2009

Latar belakang: Rupture perineum dapat terjadi pada hampir semua persalinan pertama (Primipara) dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Primipara dianggap paling beresiko terjadi Rupture perineum spontan. Dalam paradigma baru dengan asuhan persalinan dasar, primipara bukan lagi merupakan indikasi episiotomi dan hanya dilakukan dengan indikasi gawat janin.

Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan antara paritas dengan kejadian Rupture perineum pada persalinan normal di RSUD Sleman tahun 2009.

Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder. Subyek peneliti ini adalah 100 orang ibu bersalin normal yang melahirkan di RSUD Sleman mulai tanggal 1 Januari 2009 - 31 Desember 2009. Analisis statistik yang digunakan adalah analisisi univariat dalam bentuk deskriptif dalam bentuk persentase dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square pada α = 0,05.

Hasil penelitian: Mayoritas ibu bersalin di RSUD Sleman Yogyakarta Tahun 2009 adalah paritas primipara (83,0%). Mayoritas ibu bersalin di RSUD Sleman Yogyakarta Tahun 2009 mengalami rupture perineum (94,0%).

Kesimpulan: Ada hubungan paritas ibu dengan kejadian rupture perineum di RSUD Sleman Yogyakarta Tahun 2009 (p value=0,026).


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN PENGETAHUAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREFERENSI IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI UMUR 6-12 BULAN DI POSYANDU PUSPASARI KLEDOKAN PUSPASARI DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA

ABSTRAK

Latar belakang: Bayi yang berumur lebih dari 6 bulan yang belum mengenal makanan lain selain ASI, pertumbuhan dan perkembangannya akan mengalami gangguan, pola makan anak harus disesuaikan dengan umurnya. Namun pada prakteknya banyak ibu yang mulai memberikan makanan pendamping ASI ketika anaknya berumur kurang dari 6 bulan dan tidak memperhatikan jenis makanan yang diberikan pada anak.

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu yang meliputi usia, pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan dalam preferensi tentang makanan pendamping ASI di Posyandu Puspasari Kledokan Depok Sleman Yogyakarta.

Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan data primer dan sekunder. Subyek peneliti ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak berumur 6-12 bulan yang datang ke Posyandu Puspasari Kledokan Depok Sleman Yogyakarta sebanyak 44 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan interval kepercayaan 95 %.

Hasil penelitian: Mayoritas ibu yang berusia 20–35 tahun dengan status pekerjaan umunya tidak bekerja dan berpendidikan rendah. Mayoritas tingkat pengetahuan ibu tentang MP ASI berada dalam kategori tinggi, lainnya berada dalam kategori rendah. Sumber informasi preferensi MP ASI berasal dari bidan. Mayoritas ibu tidak bekerja dan berpenghasilan > UMR. Mayoritas jenis MP ASI yang diberikan ibu menyusui pada bayinya adalah nasi tim halus. Jenis MP ASI lainnya yang diberikan adalah bubur susu, buah-buahan dan sup. Bentuk MP ASI yang diberikan dalam wujud cair-padat sedangkan lainnya dalam bentuk cair dan padat. Mayoritas pola MP ASI yang diberikan ibu menyusui pada bayinya 1-2 kali/hari, lainnya 3-4 kali/hari.

Kesimpulan: Ada hubungan sumber informasi dengan jenis MP ASI. Ada hubungan sumber informasi, tingkat pengetahuan dengan pola MP ASI


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


THE RELATION BETWEEN HAEMOGLOBIN RATE (Hb) TO LEARNING ACHIEVEMENT OF FEMALE STUDENTS IN BOROBUDUR JUNIOR HIGH SCHOOL MAGELANG REGENCY

ABSTRACT

Background: The lack of zinc could emerge the disturbance or barriers in growth, either in body cells or brain cells. The lack of Hb rate in blood could result the symptoms of listless, weakness, tiredness, and tend to tired. It could decrease learning achievement, sport, and working productivity. The survey of basic data in 10 regencies in Middle Java in 1998 showed the higher prevalence rate of anemia from national rate, i.e. in female students (Junior High School and Senior High School) of 57,4% (Directorate of Society Nutrient, 2003). According to Hastuti and colleagues (1998), in Magelang Regency the anaemia prevalence is known of 48,7%. It is caused by the existence of disturbance in metabolism of oxidative brain, by the low level of hem contains and dependent ion enzyme which results the behavioural changes.
Purpose of research: To know the relation between Hb rate to learning achievement of female students in Borobudur Junior High School in Magelang Regency.
Method of research: This research has observational analytical characteristic by cross sectional approach used primary and secondary data. The subjects of this research were all of students in Borobudur Junior High School and as the samples were 9th grade students by the amount of 51 students. For selecting respondent samples in this research, it was used total sampling technique. Statistical analytic used was Chi-square by using level of confidence of 95%, thus the level of significance of 5%, if level of significance < 0,5, thus the hypothesis was accepted.
Result of research: Average blood Hb rate of respondent 11,90 ± 0,81 g/ml by highest blood Hb rate of 13,0 g/ml and lowest 9,0 g/ml respectively. The students in 9th grade in Borobudur Junior High School in Magelang Regency in 2007, mostly (68,6%) have average category learning achievement. Total amount of 19,6% of students have anaemia.


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


HUBUNGAN LAMA PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI BATITA DI DESA WONOKERTO, TURI, SLEMAN, TOGYAKARTA

INTISARI

Latar belakang : Angka kematian batita menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan batita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan. Status gizi batita merupakan salah satu indikator yang mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keadaan gizi, terutama sejak masa batita , akan sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan manusia dewasa. WHO dan UNICEFmerekomendasikan menyusui eksklusif sejak lahir untuk 6 bulan pertama, dan meneruskannya dengan makanan pendamping ASI yang cukup sampai 2 tahun atau lebih. Lamanya pemberian ASI di Kabupaten Sleman pada tahun 2005 yaitu 0-5 bulan sebanyak 2.961 (7,78%), 6-11 bulan sebanyak 1.607 (4,22%), 12-17 bulan sebanyak 6.175 (16,22%), 18-23 bulan sebanyak 5.244 (13,78%) dan >24 bulan sebanyak 22.077 (58,0%) (Susenas, 2005)
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan lama pemberian ASI dengan status gizi batita di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan responden berjumlah 40 responden, tempat dan waktu penelitian adalah di Desa Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman dari tanggal 5 Oktober 2007 s/d 5 Januari 2008 dengan teknik pengolahan data menggunakan uji kai kuadrat.
Hasil Penelitian : Responden di Desa Wonokerto Turi , Kabupaten Sleman Yogyakarta paling banyak berusia 20-35 tahun sebanyak 35 orang (87,5%), berpendidikan SLTP yaitu sebanyak 20 orang (50,0%) dan memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 24 orang (60,0%). Lamanya waktu pemberian ASI pada batita adalah > 6 bulan (95,0%), pada usia 20-35 tahun dengan lama waktu pemberian ASI > 6 bulan (87,5%). Ibu umumnya berpendidikan SLTP dengan lama waktu pemberian ASI > 6 bulan (25,0%). Pekerjaan ibu sebagian besar sebagai ibu rumah tangga dengan lamanya waktu pemberian ASI > 6 bulan (60,0%). Mayoritas status gizi batita di Desa Wonokerto Turi, Kabupaten Sleman Yogyakarta adalah status gizi baik yaitu sebanyak 38 batita (95,0%). Sedangkan yang termasuk dalam status gizi buruk sebanyak 2 batita (5,0%).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara lama pemberian ASI dengan status gizi batita di Desa Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta.


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI UMUR 0-6 BULAN DI DESA SRI MARTANI PIYUNGAN BANTUL

INTISARI

Latar belakang : Daya beli untuk membeli pangan yang rendah membuat banyak keluarga tidak mampu menyediakan makanan untuk keluarga. Defisiensi nutrisi yang berkepanjangan akan berakibat buruk pada status gizi terutama pada anak yang berumur dibawah lima tahun (Suhartono, 2000), Profil lain yang juga menggambarkan rendahnya kualitas kesehatan di Indonesia adalah masih tingginya angka kematian bayi. Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini sedang terpuruk, hal ini ditandai dengan fenomena temuan kasus-kasus gizi buruk di beberapa daerah di Indonesia. Lebih jauh dijelaskan bahwa keadaan ini mungkin disebabkan rendahnya kesadaran penduduk Indonesia untuk hidup sehat, upaya kesehatan belum dikaitkan dengan pembangunan sumber daya manusia, kebijakan dan peraturan perundangan kesehatan yang tidak mendukung. Ditambah lagi dengan keadaan perekonomian negara yang tidak stabil, dimana masih banyak penduduk miskin sehingga daya beli menjadi rendah, termasuk juga akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (Sampoerno, 2006).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu menyusui dengan status gizi bayi 0 – 6 bulan di Posyandu Desa Sri Martani Piyungan Bantul
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari antara faktor resiko dengan efek dan pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama.
Hasil Penelitian : bahwa umur rata-rata bayi sebesar 3,21 ± 1,78 dengan termuda sebesar 1 hari dan tertua sebesar 6 bulan. Status gizi ibu masuk dalam status gizi baik sebanyak 41 orang (93,20%), mayoritas status gizi bayi berstatus gizi baik yaitu sebanyak 26 orang (78,8%). Rata-rata berat badan bayi seberat 5,233 ± 1,193 kg dengan berat badan tertinggi sebesar 7,045 kg dan teringan 3,050 kg, mayoritas ibu di Desa Sri Martani, Kabupaten Bantul Yogyakarta pada tahun 2007 memiliki status gizi baik dengan kondisi status gizi yang baik pada bayi yaitu sebanyak 25 orang (75,76%).
Kesimpulan : Hubungan antara status gizi ibu menyusui dengan status gizi bayi umur 0-6 bulan.


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


HUBUNGAN ANTARA POLA PEMBERIAN ASI DENGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN BALITA USIA 6-23 BULAN DI POSYANDU RW IV KELURAHAN COKRODININGRATAN JETIS KOTA YOGY

INTISARI

Latar Belakang : Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997 balita usia 12-15 bulan masih diberi ASI adalah 80,4%. Pemberian ASI pada balita di Daerah Istimewa Yogyakarata dari tahun ketahun semakin kurang. Di daerah kelurahan cokrodiningratan 24% balita yang masih diberi ASI sedangkan 76% balita tidak diberikan ASI.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian ASI dengan pertambahan berat badan balita usia 6 sampai dengan 23 bulan di Posyandu RW IV Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode observasional. Jenis penelitian ini adalah studi analitik menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berusia 6-23 bulan di Posyandu RW IV Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta. Untuk mengetahui hubungan antara variable dilakukan uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan pola pemberian ASI yang dilakukan ibu menyusui bervariasi berdasarkan karakteristik yang dimiliki ibu. Pola pemberian ASI oleh ibu menyusui di Posyandu RW IV Kelurahan Cokrodiningratan Jetis Yogyakarta mayoritas menggunakan pola tidak ASI yaitu sebanyak 82,9%. Pertambahan berat badan bayi dari ibu menyusui di Posyandu RW IV Kelurahan Cokrodiningratan Jetis Yogyakarta mayoritas memiliki berat badan yang tetap sebanyak 42,9% sedangkan 31,4% dan 25,7% mengalami penurunan berat badan.
Kesimpulan : Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola pemberian ASI oleh ibu menyusui dengan pertambahan berat badan bayi (p value < 0,001).

Kata Kunci : Pola Pemberian ASI, Pertambahan Berat Badan dan Balita


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONERGORO KLATEN TAHUN 2007

INTISARI

Latar belakang: Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR kemungkinan akan terganggu perkembangan dan kercerdasannya, selain kesehatan fisiknya yang kurang bagus. Sedangkan jika berat badan calon ibu berlebih (over weight) akan beresiko melahirkan bayi besar (makrosomia) dan bagi ibu bisa mengalami perdarahan. Saat kelahiran, biasanya terjadi komplikasi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan kejadian BBLR di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro tahun 2007.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah diskriptif korelasi denga pendekatan retrospekti yaitu melalui data rekam medis (data sekunder). Subjek peneliti ini adalah data rekam medis ibu dengan bayi BBLR yang lahir di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro selama kurun waktu satu tahun dati 1 Januari sampai 31 Desember 2007.
Hasil penelitian: Mayoritas (70,3%) ibu multipara dengan rerata jumlah anak 3 anak Mayoritas (75,3%) ibu berusia 20-35 tahun dengan rerata usia ibu sebesar 29,77 tahun dengan standar deviasi 6,33 tahun. Usia ibu paling tua 47 tahun dan yang paling muda 19 tahun. Pendidikan ibu umumnya SLTA. Status pekerjaan responden yang lebih banyak (69,7%) tidak bekerja. BBLR (< 2,5 Kg) merupakan jumlah yang paling tinggi yaitu sebanyak 102 bayi (56,0%) dengan BBLR (< 2.500 gram) adalah 2.122 ± 234 gram. Berat badan bayi yang dilahirkan BBLR teringan adalah 1.600 gram dan terberat sebesar 2.500 gram, tetapi pada BBLSR (< 1.500 Kg) adalah 1.375 ± 129 gram. Berat badan bayi yang dilahirkan BBLSR teringan adalah 1.000 gram dan terberat sebesar 1.700 gram, sedangkan BBLER (< 1.000 gram) adalah 937 ± 79 gram. Berat badan bayi yang dilahirkan BBLER teringan adalah 750 gram dan terberat sebesar 1.000 gram. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara hubungan paritas ibu dengan kejadian BBLR pada bayi (p value = 0,751). Tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR pada bayi (p value = 0,418). Ada hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian BBLR pada bayi (p value = 0,001). Key word : Karakteristik ibu, BBLR, Klaten  


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


THE RELATION OF SIMULATING LEARNING TO THE CLINICAL PRACTICE OF NORMAL UTTERANCE UPBRINGING OF V SEMESTER STUDENTS IN HEALTH ACADEMY

ABSTRACT


Background: Normal utterance upbringing is a competence which should be had by a midwife to prepare in order the students has the capability of knowledge, skills and behaviour which could be developed through ability. Students’ ability could be given practically in class and clinic laboratory. Simulation is a learning method which presents the learning by using real situation or process by the students actively involves and interacts in any situation in their environment. The experience of practicum learning using simulation is a learning process in laboratory in order to strengthen the theory or knowledge which ha been gained by learning other. Clinical practice of midwifery is a clinical learning in the lesson of utterance upbringing in normal (pregnant, uttering, and parturition) women and the utterance upbringing in newborn baby, neonates and normal toddlers where the students directly applied the theory to reach achievement in practice of midwifery.
Purpose of research: To know the relation between simulation learn by clinical practice of normal utterance of V semester students of Academic Period of 2006/2007 in Kudus.
Method of research: This research has analytical characteristic by correlational descriptive design by used primary and secondary data. Ex-post facto research is a research conducted to study the incident which happened and then tracking back the data to find factors which cause the incident understudied. The subjects of this research were V semester students in Health Academy in Kudus of Academic Period of 2006/2007. To select the sample of respondent in this research it used technique of census sampling. Statistical analysis used was analysis of Pearson Correlation by using confidence level of 95% thus significance level of 5%.
Result of research: Most of V semester students in academic period of 2006/2007 in Kudus that graduated in simulation of Normal Utterance Upbringing were 50 (92,6%) students and others were 4 (7,4%) students did not graduate in simulation of Normal Utterance Upbringing. The result of practical test of APN gained that most of V semester students of Health Academy in academic period of 2006/2007 in Kudus that graduated in practice of Normal Utterance Upbringing were 45 (83,3%) and the others were 9 (16,7%) students did not graduated in practice of Normal Utterance Upbringing.
Conclusion: There is positive relation between the graduation in simulation of Normal Utterance Upbringing by practice of Normal Utterance Upbringing (p value : 0,001).

Keywords: Simulation Learning, Clinical Practice of Normal Utterance Upbringing


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


THE INFLUENCE OF IMPLEMENTATION OF PANEL MODEL DISCUSSION METHOD TO THE UNIVERSITY STUDENTS’ ABILITY TO RESOLVE II MATERNAL MIDWIFERY UPBRINGING MATER

ABSTRACT

Background: Discussion method that is used for teaching students to learn scientifically sharing knowledge, critical thinking and strive to deepen collectively the learning materials understudied. The still existence of lecturer who have not conducted evaluation with evaluating format, the incident of misunderstanding in discussion atmosphere, and the tasks of moderator has not been directed appropriately, sometime there is any agreement taken after the discussion has bveen conducted.
Purpose of research: To know how is the influence of implementation of Panel Model Discussion Method to the ability of university student to resolving II maternal midwifery upbringing materials.
Method of research: This research was quasi experiment by used primary data. The subjects of this research students of midwifery having age of 19 to 20 years old. The total of population was 60 respondents, i.e. 30 respondents in A grade as control respondents and 30 respondents in B grade as experimental respondents. Sample selection was conducted by stratified random sampling. Statistical analysis used was paired t-test by using level of confidence 95% or level of significance < 0,5. Result of research: There is difference in gain of evaluation in giving relevance to reason in students’ ability to respond the case of II Maternal Midwifery Upbringing of control students to experiment students (tcount = 10,251). There is difference gain of completeness evaluation in students’ ability to response the case of II maternal midwifery upbringing material to experiment of control students to experiment student (t¬count = 12,420). There is difference gain of evaluation in the process of conveying sentence to the students’ ability to respond the case of II maternal midwifery upbringing materials of control students to the experiment students (tcount = 12,245). There is difference the gain of evaluation of reasoning series in students ability to respond the case of II maternal midwifery upbringing materials of control students to the experiment students (tcount = 11,841). There is difference gain in evaluation of the process conveying sentence to the students’ ability to respond the case of II maternal midwifery upbringing materials of control students to experiment students (tcount = 12,716). Conclusion: There is an influence of the implementation of panel discussion method to the students’ ability to resolve the case of II maternal midwifery upbringing material to the process aspects of conveying sentence, the order of thinking, completeness, and relevancy of students’ reason (tcount = 12,716). Keywords: Method of panel discussion, increase of students’ ability  


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFI IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATUR DI RSUD WATES KABUPATEN KULONPROGO TAHUN 2009

ABSTRAK
Latar belakang: Karakteristik sosio-demografi ibu berhubungan dengan meningkatnya persalinan prematur. Karakteristik sosio-demografi ibu antara lain usia ibu, status marital, kondisi sosial ekonomi, factor ras dan etnik ibu. Kehamilan denga usia < 16 tahun, terutama yang secara riwayat ginekologis juga muda (mendapatkan haid pertamanya < 2 tahun sebelum kehamilannya) akan meningkatkan kejadian persalinan prematur pada usia kehamilan < 33 minggu. Sedangkan usia > 35 tahun juga meningkatkan resiko untuk mengalami persalinan prematur.

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan Karakteristik Sosio-Demografi ibu bersalin premature dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Wates Kabupaten Kulonprogo Tahun 2009.

Metode penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif dengan pendekatan Retrospektif. Subyek penelitian adalah 166 orang ibu bersalin prematur yang melahirkan di RSUD Wates mulai tanggal 1 Januari 2009 - 31 Desember 2009. Variabel bebas dari penelitian ini adalah karakteristik sosio-demografi ibu bersalin dan Variabel tergantungnya adalah kejadian persalinan prematur.Uji statistik menggunakan Kendall Tau pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil penelitian: Paling banyak usia ibu bersalin premature di RSUD Wates adalah 20-35 tahun (75,3%). Paling banyak status pekerjaan ibu bersalin premature di RSUD Wates adalah bekerja (66,9%). Kejadian partus premature di RSUD Wates Tahun 2009 sebanyak 166 (10,2%) orang.

Kesimpulan: Tidak ada hubungan usia ibu bersalin premature dengan kejadian partus premature di RSUD Wates Tahun 2009 (p value>0,05). Tidak ada hubungan pekerjaan ibu bersalin premature dengan kejadian partus premature di RSUD Wates Tahun 2009 (p value>0,05).


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more


TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM PERSIAPAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI DI PUSKESMAS PIYUNGAN BANTUL TAHUN 2010

ABSTRAK

Latar Belakang. Program P4K harus dipahami oleh setiap ibu hamil untuk memantau kehamilan, bersalin, pemeriksaan nifas dan bayi yang dilahirkan oleh tenaga kesehatan terampil termasuk skrining status imunisasi tetanus lengkap.Dimana manfaat P4K mencegah kesakitan dan kematian ibu dan bayi sehingga membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pelaksanaan program persiapan persalinan dan pencegahan komplikasi.
Metode Penelitian.Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Piyungan Bantul Yogyakarta. Subyek penelitian adalah ibu-ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada bulan Agustus 2010 berjumlah 47 orang.
Hasil. Berdasarkan hasil analisis tingkat pengetahuan ibu hamil tentang P4K di Puskesmas Piyungan Bantul Yogyakarta,dilihat dari karakteristik umur ibu hamil di Puskesmas Piyungan,Bantul Yogyakarta,diketahui bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan tinggi tentang P4K paling banyak adalah ibu hamil yang berumur antara 21-35 tahun; pendidikan terakhir setingkat SMA; jenis profesi sebagai ibu rumah tangga (58 %),memiliki penghasilan per bulan < Rp. 760.000 dan memperoleh informasi tentang P4K dari tenaga kesehatan (94,1%)
Kesimpulan. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang P4K dikategorikan tinggi.


Untuk Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD GRATIS DIBAWAH

DOWNLOAD dengan FreakShare

Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka


DOWNLOAD dengan ziddu
Download Cover
Download Bab 1
Download Bab 2
Download Bab 3
Download Bab 4
Download Bab 5
Download Daftar Pustaka

Read more

TATA CARA PEMESANAN SKRIPSI - TESIS LENGKAP

  1. DAFTARKAN FORMULIR VERIFIKASI PESANAN
  2. Selanjutnya Kirim SMS ke 0856 2926 356 . Format Isi pesan : "Judul _ spasi _Sumber: [Sendrooms] atau [paNRoom]"
  3. BIAYA DONASI PEMBAYARAN
  4. Setelah biaya pemesanan dibayar, anda harus melakukan konfirmasi melalui SMS ke 0856 2926 356 bahwa anda telah melakukan transfer ke Bank BNI No.Rek.0184 734 644 , atas Nama Herry dan Sertakan Alamat Email Anda (PEMESAN) sebagai tujuan pengiriman file skripsi yang akan kami tuju.
  5. File skripsi akan segera dikirimkan ke alamat email anda, setelah proses pembayaran dan konfirmasi SMS telah kami terima.
  6. DAFTAR FORMULIR /Sign up Now / REGISTER NOW untuk pendaftaran secara GRATISS .....
Job at home

Job at home

Whether you are looking for a succeed work at home or whether you dream about getting income online; yes, in the end, you located it!

Have economic independence

No computer skills needed. You can be completely new to manage our system - you don't need ANY experience. This is actually easy.

You may stay at room and work at your free time. Even if you don't have pc you may do this work in Online cafe or on Internet cell phone.

How it works?

We design a online-shop for you with ready to operate e-commerce solution. Your work is very simple; you have to submit material about your web-store to the Internet directories. We will provide you with very simple step-by-step instruction how to do this. The typical instruction requests you to open a web site and fill in a form with data regarding your internet-store and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for any purchase which is comes via your web-shop.

There is no restriction for your revenue. No matter where you live your commissions are 100% guaranteed.

Sign up Now...

Register now to get economic freedom. All you need is the simple: register now and havepersonal internet company!

powered by
Socialbar