HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI UMUR 0 – 6 BULAN DI POSYANDU DESA SRI MARTANI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak juli 1997, cukup mengakibatkan dampak negatif pada masyarakat, terutama pada masyarakat ekonomi lemah. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga masyarakat miskin semakin bertambah. Daya beli untuk membeli pangan menjadi menurun banyak keluarga yang tidak mampu lagi menyediakan makanan untuk keluarga. Defisiensi nutrisi yang berkepanjangan akan berakibat buruk pada status gizi terutama pada anak yang berumur dibawah lima tahun (Suhartono, 2000).
Profil lain yang juga menggambarkan rendahnya kualitas kesehatan di Indonesia adalah masih tingginya angka kematian bayi. Tahun 2004, angka kematian bayi adalah 37 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara negara tetangga terdekat seperti Malaysia hanya 6 untuk setiap 1.000 kelahiran hidup dan Thailand 20 per 1.000 kelahiran hidup (Samhadi, 2006).
Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini sedang terpuruk, hal ini ditandai dengan fenomena temuan kasus-kasus gizi buruk di beberapa daerah di Indonesia. Kondisi ini menambah situasi rumit karena belum tuntasnya masalah kesehatan lain seperti penyakit infeksi (campak, polio, diare, TBC) dan ada kecenderungan meningkatnya penyakit degeneratif di beberapa bagian masyarakat di Indonesia. Lebih jauh dijelaskan bahwa keadaan ini mungkin disebabkan rendahnya kesadaran penduduk Indonesia untuk hidup sehat, upaya kesehatan belum dikaitkan dengan pembangunan sumber daya manusia, kebijakan dan peraturan perundangan kesehatan yang tidak mendukung. Ditambah lagi dengan keadaan perekonomian negara yang tidak stabil, dimana masih banyak penduduk miskin sehingga daya beli menjadi rendah, termasuk juga akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (Sampoerno, 2006).
Pada tahun 2000 penurunan gizi kurang cukup berarti, akan tetapi setelah tahun 2000 gizi kurang meningkat kembali. Gambaran yang terjadi pada gizi buruk yaitu dari tahun 1989 sampai tahun 1995 meningkat tajam, lalu cenderung fluktuatif sampai dengan tahun 2003 prevalensi gizi kurang pada balita sebesar 27,5%, kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 1989 yaitu sebesar 37,5%, atau terjadi penurunan sebesar 10 % (Samhadi, 2006).
Status gizi ibu menyusui baik akan memberikan konstribusi yang baik pada bayi dalam berat badannya, namun bila status gizi ibu menyusui buruk akan berpengaruh dalam berat badan bayi. Salah satu cara untuk menilai status gizi ibu menyusui adalah dengan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dengan tujuan untuk mengetahui resiko KEK pada ibu menyusui, apabila ukuran lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm maka ibu menyusui tersebut mempunyai resiko kekurangan energi kronis (Supariasa et al, 2002).
Kekurangan Energi Kronis (KEK) dijumpai pada WUS usia 15-49 tahun yang ditandai dengan proporsi LILA < 23.5 cm, sebesar 24.9% pada tahun 1999 dan menurun menjadi 16,7% pada tahun 2003. Pada umumnya proporsi WUS dengan risiko KEK cukup tinggi pada usia muda (15-19 tahun), dan menurun pada kelompok umur lebih tua, kondisi ini memprihatinkan mengingat WUS dengan risiko KEK cenderung melahirkan bayi BBLR yang akhirnya akan menghambat status gizi pada anak balita (Azwar, 2006). Pada tahun 2005 ditemukan 1,8 juta balita dengan status gizi buruk, dalam jangka waktu Peningkatan jumlah anak balita yang mengalami status gizi buruk yang sangat singkat pada tahun 2006 menjadi 2,3 juta balita menderita gizi buruk, sementara masih ada 5 juta lebih anak balita lainnya yang mengalami status gizi kurang (Samhadi, 2006). Kurang gizi menyebabkan anak tidak produktif, masalah gizi bisa mempengaruhi perkembangan otak bayi. Jika bayi kekurangan gizi, bisa mengganggu pertumbuhan hidupnya. Pemenuhan gizi tersebut tergantung dari orang tuanya. Pada tahun 2005 gizi kurang terdapat 19,2%, gizi buruk 8,8%. Untuk usia 0-5 bulan gizi buruk 8,5%, usia 6-11 bulan 14,2%, usia 12-23 bulan 20% (BKKBN-Berita, 2006). Wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta, dikenal sebagai daerah paling makmur bila dibanding dengan wilayah kota dan seluruh kabupaten yang ada di provinsi ini, namun diketahui masih ada 19.978 jiwa yang tergolong hidup bergizi buruk / kurang. Penduduk bergizi buruk sebanyak itu, terdiri atas ibu hamil 774 orang, ibu menyusui 1.615 orang, ibu nifas 359 orang, 889 bayi, 7.683 balita dan anak pra sekolah sebanyak 8.478 orang (Pikiran Rakyat, 2002). Sedangkan pada tahun 2007 sekitar 200 bayi diketahui mengalami kondisi gizi lebih, gizi buruk yang dialami pada bayi hampir 300 angka ini lebih tinggi dari pada gizi lebih (Anwar, 2007). Sedangkan di Piyungan Bantul merupakan daerah pedesaan yang didapat bahwa bayi yang gizi buruk sekitar 1,01%, bayi gizi baik 56,5% meningkat menjadi 60,9%, bayi gizi kurang 25,8% menurun menjadi 20%, gizi lebih 23,42% menurun menjadi 13,90% (Azwar, 2007). Sedangkan ibu menyusui yang mempunyai resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebanyak 23,4% pada ibu menyusui yang memiliki bayi (Azwar 2007). Untuk itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai status gizi ibu menyusui dengan status gizi bayi umur 0-6 bulan di Posyandu Sakura Desa Sri Martani Piyungan Bantul. Untuk Selengkapnya Silahkan Download secara GRATIS, klick dibawah :





TATA CARA PEMESANAN SKRIPSI - TESIS LENGKAP

  1. DAFTARKAN FORMULIR VERIFIKASI PESANAN
  2. Selanjutnya Kirim SMS ke 0856 2926 356 . Format Isi pesan : "Judul _ spasi _Sumber: [Sendrooms] atau [paNRoom]"
  3. BIAYA DONASI PEMBAYARAN
  4. Setelah biaya pemesanan dibayar, anda harus melakukan konfirmasi melalui SMS ke 0856 2926 356 bahwa anda telah melakukan transfer ke Bank BNI No.Rek.0184 734 644 , atas Nama Herry dan Sertakan Alamat Email Anda (PEMESAN) sebagai tujuan pengiriman file skripsi yang akan kami tuju.
  5. File skripsi akan segera dikirimkan ke alamat email anda, setelah proses pembayaran dan konfirmasi SMS telah kami terima.
  6. DAFTAR FORMULIR /Sign up Now / REGISTER NOW untuk pendaftaran secara GRATISS .....
Job at home

Job at home

Whether you are looking for a succeed work at home or whether you dream about getting income online; yes, in the end, you located it!

Have economic independence

No computer skills needed. You can be completely new to manage our system - you don't need ANY experience. This is actually easy.

You may stay at room and work at your free time. Even if you don't have pc you may do this work in Online cafe or on Internet cell phone.

How it works?

We design a online-shop for you with ready to operate e-commerce solution. Your work is very simple; you have to submit material about your web-store to the Internet directories. We will provide you with very simple step-by-step instruction how to do this. The typical instruction requests you to open a web site and fill in a form with data regarding your internet-store and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for any purchase which is comes via your web-shop.

There is no restriction for your revenue. No matter where you live your commissions are 100% guaranteed.

Sign up Now...

Register now to get economic freedom. All you need is the simple: register now and havepersonal internet company!

 Loading ...
powered by
Socialbar