HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN BAYI BBLR DENGAN TINGKAT KECEMASAN DI RUANG RAWAT GABUNG DAN RUANG NIFAS RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Salah satu kebijakan pembangunan yang diamanatkan dalam GBHN (1999) yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia. Upaya tersebut dimulai sejak janin dalam kandungan. Hal tersebut sangat tergantung pada kesejahteraan ibu termasuk kesehatan dan keselamatan reproduksinya. Oleh karena itu kesehatan ibu dan anak di Indonesia merupakan salah satu program prioritas.
Di dalam rencana strategi Nasional, Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia 2001-2010 disebutkan bahwa konteks rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010. Visi MPS adalah kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman, serta bayi yang dilahirkan hidup dan sehat. Salah satu sasaran yang ditetapkan tahun 2010 adalah menurunkan angka kematian bayi di Indonesia dari 52 per 1000 kelahiran hidup menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan efektivitas pelayanan kesehatan suatu negara ditentukan oleh Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) (Wiknjosastro, 2002).
Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 AKB di Indonesia adalah 35 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan AKB yang ingin dicapai pada tahun 2010 adalah 16 per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan SDKI ini, Indonesia menduduki urutan ke enam dari negara-negara ASEAN dengan AKB terendah. Lima negara ASEAN yang memiliki AKB terendah yaitu Singapura 3 per 1. 000 kelahiran hidup, Brunei 8 per 1. 000 kelahiran hidup, Malaysia 10 per 1. 000 kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1. 000 kelahiran hidup, Thailand 20 per 1. 000 kelahiran hidup (Biro Pusat Statistik, 2005).
Bayi BBLR merupakan masalah kesehatan yang penting di negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut WHO angka kejadian BBLR lebih dari 10% merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian. BBLR merupakan penyebab utama kematian bayi usia 0-1 bulan di Indonesia. Kematian bayi di usia ini merupakan seperempat dari keseluruhan kematian balita di Indonesia selama tahun 1980. Menurut Manuaba (2002) kematian BBLR sebagai penyebab kematian perinatal sebesar 25-30%.
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa resiko kematian bayi baru lahir rendah mengikuti deret ukur. Semakin rendah berat lahir maka semakin tinggi resiko kematiannya (Kodim, 1993; Depkes RI, 2005).
BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram, tanpa memandang usia gestasi. Frekuensi BBLR di negara maju antara 3, 6-10, 8%, di negara berkenbang berkisar antara 10-43%. Rasio antara negara maju dan negara berkembang adalah 1: 4 (Mochtar, 2002).
Bayi dengan BBLR mengakibatkan 70% kematian neonatal dini, semakin kecil berat bayi semakin kecil kemungkinan kelangsungan hidupnya. Beberapa bayi dengan berat 500 gram atau kurang dapat terus hidup, 25% bayi dengan berat 502-720 gram dapat hidup, 50% pada bayi dengan berat badan 751-1. 000 gram. Bayi dengan berat 1. 001-1. 500 gram mempunyai kemungkinan hidup terus 75% dan yang mempunyai berat badan 1. 500-2. 499 gram mempunyai angka kemungkinan hidup 90-95% ( Llewellyn, 2000 ).
Penyebab utama dari kematian bayi di Indonesia menurut data Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT, 2001) adalah sebanyak 29% disebabkan oleh BBLR <27% disebabkan oleh asfiksia atau kesulitan bernapas, dan sisanya akibat infeksi dan sebab lain. Selain itu ada faktor yang melatarbelakangi tingginya Angka Kematian Bayi yaitu pengetahuan masyarakat, budaya, norma, sosial, ekonomi dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Ada beberapa faktor resiko terjadinya BBLR yaitu faktor sosioekonomi (meliputi umur ibu, berat badan ibu), faktor riwayat kebidanan (meliputi riwayat BBLR, anemia), faktor kehamilan sekarang (meliputi hipertensi dalam kehamilan, perdarahan antepartum dan kehamilan multiple) dan faktor janin (meliputi defek kongenital dan infeksi intra uteri) (Llewellyn, 2002). Penyebab bayi baru lahir rendah yang terpenting di negara yang sedang berkembang adalah hambatan pertumbuhan janin dalam rahim (83%) dan premature (17%). Sedangkan penyebab hambatan pertumbuhan janin dalan rahim 40-45% disebabkan oleh faktor nutrisi ibu yang buruk saat hamil. Oleh karena itu berbagai upaya preventive bayi berat rendah pada prinsipnya ditujukan pada pengendalian faktor resiko kurang gizi, penyakit infeksi, kerja berat dan stress. Adapun faktor-faktor yang merupakan prediposisi terjadinya bayi baru lahir rendah adalah faktor ibu, faktor janin, keadaan sosial ekonomi yang rendah, dan faktor yang tidak diketahui. Faktor dari ibu yang beresiko dalam kehamilan yang bisa menyebabkab kejadian BBLR ada yang disebut dengan ” 4 terlalu” yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu sering. Terlalu muda, yaitu usia ibu saat hamil <20 tahun dan terlalu tua > 35 tahun, terlalu banyak (hamil > 3), terlalu sering (jarak kehamilan <2 tahun) (Depkes, 2002). Apabila IMR di suatu wilayah tinggi menunjukkan bahwa status kesehatan tersebut rendah. Data yang ada saat ini memperlihatkan bahwa status kesehatan anak di Indonesia masih merupakan masalah yang serius. Angka kematian bayi masih tinggi yaitu sebesar 66,4 per1000 kelahiran hidup dan 35,9 % anak yang lahir mempunyai risiko tinggi dan mengarah pada kesakitan maupun kematian bayi (Litbang Depkes, 2007).. Angka kematian bayi menurut Dinkes Kabupaten Klaten (2007) mencapai 288 per 1000 kelahiran hidup dengan data masing-masing kasus BBLR 43 kasus (14,9%), asfiksia 73 kasus (25,3%), IUFD 55 kasus (19,1%), sepsis 12 kasus (4,2%), jantung 6 kasus (2,1%), hipotermi 2 kasus (0,7%). Hasil studi pendahuluan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro pada tahun 2007 angka kejadian BBLR adalah 338 kasus dari 1764 total persalinan. Penyebab BBLR sampai saat ini masih terus dikaji. Beberapa studi menyebutkan penyebab BBLR multi faktor, antara lain faktor demografi, gizi, periksa hamil, dan paparan toksik seperti merokok. Bayi-bayi berat lahir rendah mempunyai kemungkinan yang lebih tinggi untuk meninggal dunia sebelum berumur satu tahun 17 kali lebih besar daripada dengan berat lahir normal. Akibat ekstrim untuk masalah BBLR, sampai saat ini masih banyak ditemukan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah akan mengalami banyak masalah dan pada akhirnya dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada bayi (Setyowati dkk, 1999). BBLR lebih sering terjadi pada ibu-ibu yang mempunyai status ekonomi rendah dan status gizi buruk. Saat hamil mempunyai riwayat hipertensi, infeksi virus atau penyakit lainnya, atau menggunakan obat-obatan secara ektensif sebelum dan selama hamil. BBLR yang disebabkan oleh kelahiran premature sering dikaitkan dengan kehamilan ganda atau rendahnya pertambahan berat badan selama hamil (< 7 kg) atau berlebihan (> 16 kg), perokok, alkoholik, dan yang lainnya (Jumirah dkk, 2002).
Pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi berat badan lahir rendah merupakan sarana yang sangat menolong orang tua. Mereka membutuhkan informasi peralatan dan tindakan perawatan terhadap bayi tersebut, sehingga ibu akan ikut berpartisipasi dalam perawatannya, serta mampu menghadapi kenyataan secara fisik maupun emosional. Dengan demikian diharapkan peran serta keluarga terutama ibu dalam pembentukan ikatan kasih sayang, yang memberikan rasa aman pada bayi. Perawat memberikan kesempatan pada orang tua untuk mengidentifikasi bayi antara kenyataan dengan harapannya selama ini, akan berpengaruh pada hubungan orang tua dan bayinya di masa datang.
Kurang pengetahuan ini menyebabkan masalah respon-respon berupa kecemasan pada ibu. Kecemasan ini dapat berupa ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu tidak menyenangkan karena anaknya mengalami BBLR. Ibu mungkin mengalami suatu krisis. Ibu akan mulai merasa ketakutan dan membayangkan hal-hal yang negatif tentang sesuatu yang akan menimpa anaknya. Ibu mengalami ketakutan akan kehilangan anak sebagai akibat kurang pengetahun dalam merawat anaknya yang memiliki kondisi tidak sempurna. Di lain pihak, penundaan kontak antara ibu dan bayi yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu akan menimbulkan stres baik pada ibu maupun bayi, dan akan mempengaruhi peran ibu dalam perawatan lanjutan di rumah (Barbara, 1999).



Untuk Selengkapnya Silahkan Download secara GRATIS, klick dibawah :




TATA CARA PEMESANAN SKRIPSI - TESIS LENGKAP

  1. DAFTARKAN FORMULIR VERIFIKASI PESANAN
  2. Selanjutnya Kirim SMS ke 0856 2926 356 . Format Isi pesan : "Judul _ spasi _Sumber: [Sendrooms] atau [paNRoom]"
  3. BIAYA DONASI PEMBAYARAN
  4. Setelah biaya pemesanan dibayar, anda harus melakukan konfirmasi melalui SMS ke 0856 2926 356 bahwa anda telah melakukan transfer ke Bank BNI No.Rek.0184 734 644 , atas Nama Herry dan Sertakan Alamat Email Anda (PEMESAN) sebagai tujuan pengiriman file skripsi yang akan kami tuju.
  5. File skripsi akan segera dikirimkan ke alamat email anda, setelah proses pembayaran dan konfirmasi SMS telah kami terima.
  6. DAFTAR FORMULIR /Sign up Now / REGISTER NOW untuk pendaftaran secara GRATISS .....
Job at home

Job at home

Whether you are looking for a succeed work at home or whether you dream about getting income online; yes, in the end, you located it!

Have economic independence

No computer skills needed. You can be completely new to manage our system - you don't need ANY experience. This is actually easy.

You may stay at room and work at your free time. Even if you don't have pc you may do this work in Online cafe or on Internet cell phone.

How it works?

We design a online-shop for you with ready to operate e-commerce solution. Your work is very simple; you have to submit material about your web-store to the Internet directories. We will provide you with very simple step-by-step instruction how to do this. The typical instruction requests you to open a web site and fill in a form with data regarding your internet-store and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for any purchase which is comes via your web-shop.

There is no restriction for your revenue. No matter where you live your commissions are 100% guaranteed.

Sign up Now...

Register now to get economic freedom. All you need is the simple: register now and havepersonal internet company!

 Loading ...
powered by
Socialbar